Senin, 21 Maret 2016

Belajar Tarbiyah dari Rasulullah Demi Kemilaunya Peradaban

Seperti yang kita ketahui bersama Rosulullah SAW merupakan manusia terbaik dalam mewarnai kehidupan, dengan nilai-nilai hidup Rabbani dan dengan corak kehidupan Nabawi. Oleh karna itu, Rosulullah SAW  tegak berdiri di garis depan pendidikan, memegang kemudi umat dengan baiknya menuju  puncak peradaban yang di bangun atas dasar akhlak mulia dan kesugguhan. Disini Rosulullah SAW  penerjamah terbaik makna Tarbiyah, yaitu  menabur hikmah-hikmah mulia dan filsafat hidup yang mampu menghantam dinding kebodohan yang menghambat laju kereta peradaban umat ini.

Dan karna Tarbiyah Rosulullah SAW generasi-generasi islam khususnya tiga generasi Islam pertama, memancarkan kilauan keindahan Tarbiyah tersebut, dan menjadi obor kehidupan bagi mereka yang ingin mengambil tongkat estafet perjuangan umat. Hal yang paling menarik yaitu kemampuan bina yang dimiliki Rosulullah SAW dalam menciptakan generasi-generasi pemimpin dari kalangan menengah ke bawah, seperti Abdullah Bin Mas’ud dari seorang penggembala kambing ke kursi Guru Besar Madrasah Kuffah yang menghasilkan ulama-ulama papan atas, seperti Al-Qama, Hammad, At-Tsauri, Abu Hanifah dan ulama besar lainnya.
Generasi selanjutnya seperti Thariq Bin Ziyad, dari seorang hamba menjadi pemimpin laskar jihad penakluk Andalusia, Muhammad Al-Fatih muda sang penakluk Kostantinopel dan masih banyak lagi.  Di samping itu, kehebatan Rosulullah SAW dalam  merubah tatanan akhlak sosial dalam kurun waktu 23 tahun, mengangkat Arab jahiliyah dari kehidupan yang dikotori kebodohan, moral, dan kegelapan hati yang menutupi semua sendi kehidupan, menuju ke dunia yang lebih beradab, yaitu dunia Islam yang lebih mengenal hakikat kehidupan, ketuhanan, kehambaan. Oleh karna itu, tidak ada satupun keberhasilan tarbiyah manusia yang mampu menandingi apa yang telah dicapai Rosulullah SAW. 
RAHASIA KUNCI  KEBERHASILAN TARBIYAH  ROSULULLAH SAW.
1.      Menuntun ummatnya menuju kehidupan yang berorientasi Ukhrawi
Mini Tarbiyah berawal dari keluarga, keluarga yang anggotanya terdidik dengan baik akan melahirkan generasi yang kebal dari pengaruh negatif lingkungan. Mereka memiliki vaksinasi maknawi seperti perisai yang setiap saat siap memberikan perlindungan. Rosulullah SAW juga memberikan perhatian penuh terhadap keluarganya sehingga dapat menjadi teladan umat Islam.
Wahai saudara-saudaraku seiman! Marilah kita teladani tarbiyah Rosululah SAW dalam membina rumah tangganya yang bernuansa ukhrawi, serta mengisi jiwa-jiwa mereka dengan petuah-petuah kehidupan dan semangat juang yang islami. Marilah kita lihat bagaimana Rosulullah SAW mentarbiyah  anak dan cucunya. Meskipun Rosulullah SAW memberikan kepada mereka kasih sayang yang luar biasa, tetapi  perhatiannya tidak pernah luput dari kelalaian mereka tentang urusan-urusan ukhrawi. Di sinilah beliau memperlihatkan kepada mereka ketegasan, perhatian penuh, dan kesungguhan dalam menjalankan misi tarbiyah dan menjaga kedekatannya dengan Allah SWT. Meskipun Rosulullah SAW sangat mencintai anak cucunya, tetapi cinta itu tidak membuatnya lupa untuk membentuk budi pekerti mereka dengan kemuliaan akhlaq yang jauh dari lingkaran haram dan hal-hal meragukan.
 Seperti saat cucunya Hasan Bin Ali yang masih kecil, tangannya mengambil kurma sedekah, Rosulullah SAW dengan cepatnya mengeluarkan kurma itu dari mulutnya.
Keteladanan lain yang tidak kalah hidup dari kisah di atas, yaitu kisah putrinya Fatimah Ra  dan kalung emasnya. Jadi Rosulullah SAW mendidik mereka sejak kecil untuk menjauhi hal-hal yang diharamkan dan memperlihatkan kepada kita tingkat sensitif yang luar biasa. Inilah sebaik-baik keteladanan Nabawi yang senantiasa menjaga keseimbangan tarbiyah anak sejak dini.
2. Hati berlentera Al-Qur’an
      Pemilik hati seperti ini terikat kuat oleh tali-tali Qur’ani yang kokoh, mereka bukan hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi hati mereka telah diisi oleh hikmah-hikmah hidup Al-Qur’an sebagai obor kehidupan yang mampu memisahkan kebaikan dan keburukan, pembeda antara manfaat dan madhorot, yang ukhrawi dari duniawi.
Mereka melihat Al-Qur’an merupakan neraca kehidupan yang menyunting keindahan hidup yang berkiblat ukhrawi dalam bingkai iman, tolak ukur dari segala bentuk kehidupan yang menyalahi tatanan hidup Islam. Dengan kesadaran Qur’ani seperti ini, mereka dengan lapang dada mengimani kebenaran seruan ayat-ayat yang melarang mendekati kemungkaran, dan ayat-ayat yang mengingatkan mereka akan siksaan yang pedih. Inilah salah satu pokok landasan tarbiyah Rosulullah SAW. karna jika hati seseorang berlentera Al-Qur’an tidak ada lagi kerusakan yang akan terjadi di muka bumi ini. Karna mereka benar-benar tahu semua konsekuensi yang akan mereka dapatkan. Dan mereka senantiasa akan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
3.  Dakwah menekuni dunia ilmu pengetahuan dan ikhlas dalam beramal
      Amal merupakan buah dari ilmu pengetahuan, ilmu tanpa amal bagai pohon tanpa buah, amal tanpa keikhlasan seperti buah yang tidak layak dikonsumsi karna rusak. Rosulullah SAW selalu terdepan dalam keteladanan, karena bagaimanapun tarbiyah tanpa disertai ketauladanan yang baik, tak ada yang diharapkan.
Maka tidak mengherankan jika Rosulullah SAW ditempatkan di posisi pertama dalam buku 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh di Dunia oleh Michael Hartz. Karna betapa kagumnya Barat kepada Nabi Muhammad SAW atas kesuksesan Tarbiyah beliau dan akhlaq mulianya. 
KESIMPULAN DAN PENUTUP
Sudah 1400 tahun lebih kebesaran Rosulullah SAW tetap utuh, bahkan terus-menerus sinar cahayanya memancar mengisi ke dalam naluri zaman. Kebesaran Beliau laksana cemeti yang mewajibkan atas dirinya, menggemakan suara kuat dengan panggilan yang menuntut kesetiaan bagi orang-orang yang beriman. Dapat kita lihat betapa banyaknya tarbiyah Rosulullah SAW yang berhasil melahirkan sosok-sosok  luar biasa. Tidak lain karna Rosulullah SAW menanamkan pada relung-relung jiwa mereka berupa pondasi terkuat, dengan 3 aspek yaitu menuntun mereka menuju kehidupan duniawi yang berorientasi ukrawi, meninggalkan pedoman kehidupan berupa cahaya Qur’ani, agar tercipta manusia yang ilmunya selaras dangan amalnya.
 Betapa banyak kaum muslimin yang melupakan tarbiyah Rosulullah SAW, padahal beliau sebaik-baik teladan, manusia yang telah Allah SWT jamin akhlaqnya dalam Al-Qur’an. Untuk itu mari kita bercermin kembali pada kaca sejarah peradaban islam yang sesungguhnya. Mari buka mata hati kita, renungkanlah! Bahwa barat telah memanipulasi dan membalikkan fakta sejarah. Kita harus bangga menjadi seorang muslim mempunyai pakar pendidikan terhebat yang mampu mengubah dunia hanya dengan kurun waktu 23 tahun. Seharusnya Pluto, Thomas Towr dan para Filsuf barat lainnya yang katanya merindukan dan mencita-citakan “Negri Impian” mereka, belajar kepada Rosulullah SAW, karna hanya beliaulah yang mampu melakukannya. Selamat menaiki kereta peradaban dengan 3 aspek diatas! Wallahu A’lam bishshowab. 
Oleh: Hasna' Amatillah

0 komentar:

Posting Komentar