Selasa, 26 April 2016

Jumlah Raka'at dan Waktu Sholat Witir


A.                PENDAHULUAN
Melaksanakan shalat sunnah adalah sebuah ibadah yang akan mendekatkan diri kita kepada Allah Swt, yang  mana telah di contohkan Rosulullah Saw salah  satunya yaitu shalat witir . Mungkin banyak di antaraa kita yang meninggalkan ibadah ini dengan  sengaja maupun tidak, padahal ada beberapa riwayat yang menyatakan  bahwa Rosullah tidak pernah meninggalkan shalat witir,walaupun hal tersebut di wajibkan untuk beliau dan di sunnahkan untuk kita.tapi dalam ibadah ini memiliki banyak keutamaan.
Dalam makalah ini akan membahas secara global  seputar shalat witir baik dari segi hukum, banyaknya jumlah rakaat, surah-surah yang di baca dalam shalat witir. Dan dalam makalah ini pula akan mempermudah pembaca memahami tentang shalat dan bagaimanakah Rosulullah melaksakan shalat witir.

B.            DEFINISI DAN HUKUM  SHALAT WITIR
1.         Shalat Witir adalah sahalat sunnah yang dilaksanakan antara waktu insya’ hingga waktu shalat shubuh. Witir berasal kata (وِتْرٌ ) berarti ‘Ganjil’ atau tidak genap, karena itu sholat witir harus dilakukan dengan jumlah raka’at ganjil yaitu mulai dari 1 raka’at, 3, 5, 7, 9 sampai 11 raka’at dalam 1 malam.[1]
2.         Shalat witir adalah sunnah yang sangat di tekankan atau sunnah muakadah yang mana seharusnya  seorang muslim  tidak meninggalkan shalat ini dengan sengaja ataupun tidak, karena hal ini telah di sepakati oleh para fuqoha dan Muhammad bin Hasan dan Abu Yusuf. Yang  berdasarkan dengan hadist , Rosulullah bersabda ,
ثلاث كتبنرعلي ولم تكتب عليكم: ا لضحى والآ ضحى و الوتر         
 “ada tiga hal yang di wajibkan bagi ku, namun tidak di wajibkan bagi kalian. Tiga hal itu adalah shalat duha , shalat adha ,dan shalat witir”[2](HR.Abu Daud dan shahihkan oleh tirmidzi)

  Menurut Abu Hanifah orang yang melaksanakan shalat witir seperti shalat jumat dan hari raya Idul Adha dan Idul fitri, yaitu hukumnya wajib bagi setiap muslim. Beliau berdasar pada sebuah hadist nabi Saw . yang berbunyi, “Allah telah menambahkan shalat kepada kalian . shalat itu berupa shalat witir . karena itu dirikanlah shalat witir antara shalat isya sampai tarbitnya fajar”[3]

C.            BILANGAN DALAM SHALAT WITIR
          Dalam kitab Al Muhalal bil atsar Shalat witir yang paling afdhol dan di cintai Rosulullah adalah  Shalat 12 rakaat setiap dua rakaat salam , lalu beliau berdiri untuk melakukan  satu rakaat lagi kemudian  salam . tapi dalam kitab ini menjelaskan beberapa macam bentuk  jumlah rakaat shalat witir, ada 12 macam yaitu:
a.       Shalat delapan  rakaat setip dua rakaat salam kemudian shalat lima rakaat dan salam pada rakaat terakhirnya.
b.      Menurut  hadist yang di riwayatkan oleh Abu Dawud Shalat sepeluh rakaat setiap dua rakaat salam kemudian shalat witir satu rakaat memebaca tasyahud dan salam.
c.       Di dalam hadist muslim beliau meriwayatkan Shalat delapan rakaat dan  salam di setip dua rakaat kemudian witir satu rakaat.
d.      Shalat delapan  rakaat tidak duduk kecuali pada rakaat terahir yaitu rakaat ke delapan duduk dengan  tasyahud tanpa diiringi dengan salam  kemudian   berdiri satu rakaat,duduk tasyahud kemudian salam.
e.       Shalat enam  rakaat setip dua rakaat salam dan witir pada rakaat ke tujuh .
f.       Hadist An Nasai meriwayatkan Shalat tuju rakaat tidak duduk dan tidak tasyahud kecuali pada rakaat ke enam  kemudian berdiri tanpa salam dan melengkapi yang ke tujuh  kemudian tasyahud dan salam.
g.      Dalam hadist Nasai juga meriwayatkan Shalat tujuh rakat tanpa salam dan  duduk dakecuali pada akhir rakaat .
h.      Shalat empat rakaat setip dua rakaat salam kemudian witir satu rakaat.
i.        Shalat lima rakaat tidak salam dan tasyahud  kecuali pada akhir rakaat.
j.        Shalat tiga rakaat duduk pada rakaat ke dua kemudian berdiri tasayahud dan salam , kemudian melengkapi satu rakaat  witir.
k.      Shalat tiga rakatat duduk dan tasyahud pada rakaat kedua  tanpa salam kemudian berdiri satu rakaat kemudian tasyahud dan salam .
l.        Dari Ahmad ,Baihaqi dan khotib meriwayatkan Shalat witir satu rakaat.[4]
               Dalam menetukan rakaat shalat witir ini  empat imam ahlul fiqih juga bebeda pendapat Menurut Imam Abu Hanifah melaksanakan shalat witir sebanyak tiga rakaat dan salam pada ahir rakat.[5]tetapi  Imam Syafii dan Imam Malik berpendapat  bahwasannya melaksanakan shalat witir itu paling sedikit satu rakaat  dalam masalah ini Sa’id bin Musayyab, atha’, Auza’I, Ishaq dan Abu  Tsaur berpendapat  sama halnya dengan Imam Syafi’I dan Malik . berdasarkan perkataan Ibnu Umar ,”Shalat witir adalah satu rakaat. Itulah witir Rosulullah , AbuBakar dan Umar”.
الوتر ركعة من أ خر الليل      
“Shalat witir adalah satu rakaat yang di kerjakan pada malam bagian akhir”(HR. Muslim)    mereka juga berpendapat bahwa Rosulullah Saw mengerjakan shalat dua rakaat sebelum melaksanakan shalat witir satu rakaat.Imam Ahmad  berkata “kami berpendapat bahwa shalat witir itu satu rakaat ,namun jika melakukannya tiga rakaat atau lebih maka itu boleh[6].dalam kitab fiqih Ala mAdzahibul Arbaah menurut Hanabila  bahwa shalat  witir itu cukup dengan satu rakaat dan makruh hukumnya apabila melakukannya lebih dari satu rakaat.[7]
Dalam ikhtilaf ini para ulama memiliki dasar masing –masing  yang mana kita tidak boleh untuk mangingkarinya.

D.    WAKTU SHALAT WITIR
Para imam madzhab berbeda pendapat dalam menentukan waktu shalat witir,menurut imam Hanafi  waktu ketika melaksanakan shalat witir itu  dari hilangnya ufuk sampai terbitnya fajar,
Imam Hanafi juga telah mewajibkan shalat witir ,apabila kita lupa untuk melaksanakan atau terlambat maka wajib mengkodo baginya.
Pendapat ini sangat lemah karana banyaknya hadist yang menerangkan tidak adanya kodo’ dalam shalat witir .
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((اذا طلع الفجر فقدذهبت كل صلاة الليلوالوتر فأوتروا قبل ان تصبحوا))

 dan beliau juga mewajibkan qunut dalmam shalat witir namun menurut beliau waktu shalat witir di samakan dengan shalat isya karena satu syarat tidak terpenuhu yaitu syarat tertib kecuali apabila dia lupa maka tidak perlu mengulangnya. Muhammad bin Hasan dan Abu yusuf karna lupa maka ia harus mengulangnya .
إن الله ا مدكم بصلاة هي خير لكم من حمر النعم الوتر جعله الله لكم فيما بين صلاة العشاْء الى ان يطلع الفجر
“Allah telah menyediakan shalat yang lebih baik bagi kalian dari pada harta yang paling berharga. Shalat itu adalah shalat witir yang di tentukan untuk kalian dari isya sampai terbit fajar”

Hanabilah berpendapat  waktu yang afdhol dalam melaksanakan shalat witir adalah pada akhir malam. Sedangkan menurut imam syafi’i waktunya setelah shalat isya sampai  hilangnya syafak merah, apabila sahlat maghrib dan isya di jama’ mator maka di ahirkan witir, sampai hilangnya syafak merah  karna imama Malik memakruhkan mengahirkan shalat witir kecuali dalam keadaan darurat yaitu waktu ketika menjelangnya fajar, dan yang paling afdhol menurut beliau pada sepertiga malam apabila melaksanakannya di luar waktu dhoruri maka gugur shalat witirnya[8]  
             Menurut ahlul ilmi  shalat isya sampai terbenamnya matahari adalah waktu shalat witir , jadi melaksanakan shalat witir sebelum isya maka tidak di trima shalat nya . Dan sahabat yang mengutamakan  shalat witir pada awal malam diantaranya yaitu:Abu Bakar, Usman ,Abu Darda, Abu Hurairah, Rafa bin Khodija, dan Abdullah Amru bin Ass.  Dan yang mengutamakan shalat witir pada ahir malam yaitu: Umar bin Khotob, ibnu Masud, Malik dnan Tsauri dan ini adalah yang benanarkan  dalam kitab Almajmu’ Syarhul Madzhab .[9]

Apabila setelah shalat witir melakukan shalat nafilah maka tidak perlu witir lagi karna tidak ada witir dalam satu malam ini menurut pandapat mayoritas ulama.
E.     PENUTUP
                  Dari pemaparan di atas sudah di jelaskan rakaat shalat witir adalah satu rakaat adapun rakaat yang ganjil lebih dari satu yaitu tiga, lima,tujuh dan seterusnya hal itupun pernah di lakukan beliau namun rakaat yang di sukai beliau dan biasa dilakukan oleh sahabat Abu Bakar ,Umar dan sahabat yang lain adalah tiga rakaat.
                  Adapun waktu yang paling afdhol untuk melakukan shalat witir yaitu sepertiga malam. Namun apabila dikirakan tidak bisa bangun malam maka lebih baik melakuakan shalat pada awal malam .
 Wallahu a’lam bissawab


DAFTAR PUSTAKA
Jauzi-, al,Abdurrahman,Al Fiqih Ala Madzahibul Ar ba’ah,1,Daaru Taqwa,, 2003.
Andalusi, al-, Ibnu Hazm, Al Muhala bil atsar,2,Daaru Kitabu Ilmiah.,2003.
Jazari,al-, Abu BAkar Jabir,Minhajul Muslim.,Insan Kamil.
Prof.Dr.Az zuhaili Wahbah, Fiqih Islam Wa Addilatuhu,2, Daarul Fikri,Jakarta 2010.
Qudamah Ibnu, Al mughni,2,Pustaka Azzam,Jakaarta,2007.
An NAwawi,al-, Imam Muqiyuddin Abi Zakaria Yahya bin Syarafi, Majmu Syarhul
              Madzahib,5, Jakarta, 2011.
http://www.tuliat.com


[1] http://www.tuliat.com
[3] HR Al Hakim dan Ahmad dari Ibnu Abbas. Imam Ad dzahabi berkata ,”Imam Al Hakim lebih memilih diam dan tidak mengomentari hadist ini .hadist ini ghorib mungkar ,”(nashbur raayah,vol 2,hal.115)
[4] Dr. Abdul Ghofar sayidina badari,(Almuhala bilatsar),jilid 2,hal144
[5] Prof.Dr.Wahbah Azuhaili (,kitab fiqih islam wa adilatuhu), jilid2,hal169
[6] Ibnu Qudamah ,(Al Mughni) jilid2,hal 517
[7] Abdurrahman Al Jazari,( kitab fikih ala madzahibul arbaah),jilid 1, hal 273
[8] Dr. Wahab Azzuhail (fiqih islam waadillatuhu)jilid 2, hal 172.
[9]Alimamu Muqiyuddin Abi Zakaria Yahya bin Syarafi An Nawawi(hal 31, jilid 5)

By : Khaulah Afifah

0 komentar:

Posting Komentar